Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

 
Kemensos akan menerima 100 Orang CPNS Difable
 
 
Dipublikasikan oleh nia-ohh - Pada Selasa, 23 September 2014
 

Dalam rangka melaksanakan UU Penyandang Cacat No. 4 Tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah No.or 43 Tahun 1998 tentang quota 1% Penyandang Disabilitas di dunia kerja, Pemerintah akan melaksanakan perekrutan Pegawai Negeri Sipil Khusus dari Penyandang Disabilitas. Quota tersebut berjumlah 300 orang yang akan ditempatkan diseluruh Kementerian.

Kementerian Sosial sendiri akan menerima 100 orang Penyandang Disabilitas yang akan ditempatkan di kantor pusat dan Unit Pelaksana Teknis. Jumlah yang dibutuhkan 300 orang dengan formasi, Minimal Pendidikan, DIII jurusan ;

1. Otomotif

2. Komputer

3. Elektro

4. Tata Busana

5. Agama

6. Psikologi

7.pengalih bahasa Braille

Jumlah orang dari formasi yang dibutuhkan serta tanggal pelaksanaan rekruitmen masih dalam pembahasan.


(komentar? | Nilai: 0)

 
RAKOOR PENANGANAN ABH DI LUAR LEMBAGA
 
 
Dipublikasikan oleh fatonah - Pada Selasa, 23 September 2014
 

RAPAT KOORDINASI PENANGANAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM ( ABH ) DI LUAR LEMBAGA


Oleh : Lisdawati, S.Sos. *)

Kenakalan anak pada era globalisasi ini tidak lagi merupakan fenomena sederhana, namun telah meluas menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi anak merupakan anugerah Tuhan yang harus kita jaga, rawat, bimbing dan lindungi dari berbagai hal yang dapat mengganggu dan mempengaruhi tumbuh kembangnya secara optimal. Salah satu situasi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak adalah kesulitan perilaku yang menyebabkan anak terpaksa berhadapan dengan hukum, apalagi bila perilaku kenakalan anak tersebut sudah termasuk pada ketegori kejahatan yang memaksa anak harus menjalani hukuman secara pidana melalui pengadilan.


(selengkapnya... | 7766 byte lagi | komentar? | Nilai: 0)

 
CASE CONFERENCE RUMAH ANTARA
 
 
Dipublikasikan oleh fatonah - Pada Selasa, 23 September 2014
 

PEMBAHASAN KASUS PENERIMA MANFAAT YANG BERADA DI RUMAH ANTARA PSBR RUMBAI PEKANBARU


Oleh : Budi Prayitno

Bertempat di ruang Kepala PSBR Rumbai Pekanbaru, pada hari Selasa, 26 Agustus 2014 siang, dilaksanakan kegiatan pembahasan kasus terhadap Penerima Manfaat (PM) yang berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru. PM yang berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru ini merupakan salah seorang korban selamat, dari serangkaian kejahatan kemanusiaan berupa perbuatan sodomi, pembunuhan, dan mutilasi yang dilakukan oleh Delfi cs, yang terjadi di Desa Tualang Kecamatan Perawang Kabupaten Siak Provinsi Riau. Penempatan korban selamat berinisial “J” ini di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru merupakan upaya reaksi cepat PSBR Rumbai Pekanbaru dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap anak yang berkaitan dengan hukum, baik anak sebagai pelaku, anak sebagai korban, maupun anak sebagai saksi.

 

 
 
 

 

 
 

(selengkapnya... | 8565 byte lagi | komentar? | Nilai: 0)

 
TANTANGAN KEKERASAN ANAK UNTUK PEMERINTAHAN BARU JOKOWI-JK
 
 
Dipublikasikan oleh tira - Pada Senin, 08 September 2014
 

(Jerry Junius Tula,SST)*


Jakarta, 4 September 2014 - Kasus kejahatan seks disertai pembunuhan dan mutilasi terhadap anak yang terjadi di Riau merupakan fenomena meningkatnya kuantitas dan kualitas kejahatan  yang menimpa anak.  Kasus Riau adalah kasus besar yang terjadi menjelang pergantian pemerintahan baru.  Oleh karena itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla agar memberi perhatian yang lebih besar dalam melindungi dan mensejahterakan anak Indonesia


(selengkapnya... | 5548 byte lagi | komentar? | Nilai: 0)

 
Berita: “Spiral dan Anak Panah dalam Berbisnis”
 
 
Dipublikasikan oleh heri - Pada Kamis, 28 Agustus 2014
 

“Menjadi tangguh, menjadi berhasil, menjadi mandiri dan berkemampuan berawal dari keluarga yang menentukan bagi kehidupan seseorang”, uraian kalimat yang terucap dari pria berkumis dan penuh kharisma Direktur Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaaan NAPZA dalam sambutan dan arahan yang disampaikan dalam kegiatan “Bimbingan Teknis Kewirausahaan Penerima Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (BPUEP) di Hotel Grand Serela Jl. Hegar Manah No.9-15 Setiabudhi Bandung. Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Waskito Budi Kusumo dalam memberikan arahannya menyampaikan beberapa point yang bersifat pesan dihadapan 50 Orang peserta yang mendapatkan BPUEP pada Tahun 2012 dan Tahun 2013 Klien Pasca Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA yang terdiri dari perwakilan provinsi Jawa Barat, DKI, Jogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Jambi dan Sumatera Utara bahwa dalam berbisnis dianalogikan sebuah piramid yang berisikan dan disimbolkan di dalamnya berisi spiral yang menunjukkan “pemasukan” dan anak panah yang mengisyratkan “pengeluaran” yang harus diperhatikan keseimbangannya oleh pebisnis dan kemungkinan lebih jauh spiral harus lebih tinggi posisinya dibanding anak panah ungkapnya.


(selengkapnya... | 3005 byte lagi | komentar? | Berita | Nilai: 0)

Berita Sebelumnya

Jumat, Agustus 15
· 7 Bulan Hilang, ‘Boboho’ Akhirnya Kembali ke Kampung
Kamis, Juli 24
· Tumbuh dan Kembang Anak Dalam Peringatan HAN Tahun 2014
· Warga Manggarai Menyatu Bersama
Selasa, Juli 22
· Menteri Sosial RI Bantu ODKB di Utan Kayu
Kamis, Juli 17
· Provinsi Banten dan Kemensos
Sabtu, Juli 05
· “31 Juli 2014 Awal Penerapan SPPA”
Kamis, Juli 03
· Kunjungan Komi IX DPR RI di Kalimantan Selatan
Rabu, Juni 25
· FKKADK Ke-31 di Prov. Sumatera Selatan, Telah Dikukuhkan
Kamis, Juni 19
· Kepedulian Terhadap lanjut Usia
Selasa, Juni 10
· HLUN BERSAMA KEMENSOS

Artikel Lama

Berita Sekitar Kita

Lihat Semua


Foto


Buku/Panduan/Pedoman

Webmail
Webmail Login

Intranet Dashboard
Intranet Dashboard

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright © Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2013
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.332075 Seconds