Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

 
PSBK PANGUDI LUHUR RAIH TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK
 
 
Dipublikasikan oleh fathonah - Pada Selasa, 23 Mei 2017
 

Risol Gepeng Mas" Kemensos Sabet Top 99 Inovasi Pelayanan dari Kementerian PAN-RB

GRESIK (21 Mei 2017)* - Kementerian Sosial berhasil menyabet Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Program tersebut yakni Rehabilitasi Sosial Luar Panti bagi Gelandangan dan Pengemis di Masyarakat (RISOL GEPENG MAS). Program ini diprakarsai Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur Bekasi yang notabene merupakan UPT di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Penghargaan diberikan langsung Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur kepada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu malam (20/5). "Inovasi yang dilakukan Kemensos ini menjadi cara untuk mendorong percepatan pembangunan secara efektif dan efisien, khususnya dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menerangkan, program inovatif “Risol Gepeng Mas” merupakan alternatif untuk memberikan jawaban terhadap terbatasnya daya tampung pelayanan dalam panti yang dapat diberikan Kementerian Sosial kepada gelandangan dan pengemis. Selengkapnya : www.kemsos.go.id/modules.php


(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
Peringatan Puncak HLUN 2017
 
 
Dipublikasikan oleh fathonah - Pada Sabtu, 20 Mei 2017
 

Hidup Bermartabat Di Usia Senja "Lanjut Usia Sejahtera"

Merangin, Provinsi Jambi (16 Mei 2017) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan bahwa Indonesia menuju negara dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population) sehingga harus disiapkan langkah-langkah strategis untuk antisipasi seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia. "Mengutip data dari Badan Pusat Statistik pada 2015 jumlah populasi lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa. Ini jumlah yang sangat besar," papar Mensos saat menghadiri Acara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin. Data PBB menyebutkan pada 2013 populasi penduduk lansia Indonesia berumur 60 tahun lebih berada pada urutan 108 dari seluruh negara di dunia. Diprediksikan pada 2050 Indonesia akan masuk menjadi 10 besar negara dengan jumlah lansia terbesar. Peningkatan jumlah lansia, lanjutnya, menunjukkan bahwa usia harapan hidup penduduk di Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun. Karenanya, Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melakukan sejumlah upaya untuk memberikan perlindungan sosial kepada lansia. Meskipun Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, tetapi jangan lupa bahwa setiap tahun sekitar 2,3 juta penduduk masuk dalam struktur tua. Selengkapnya :www.kemsos.go.id/modules.php


(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
4000 ANAK JALANAN DI JAKARTA DAPAT AKTA KELAHIRAN
 
 
Dipublikasikan oleh fathonah - Pada Jumat, 28 April 2017
 



OLEH : JERRY JUNIUS TULA, SST.

300 anak dari sekitar 4000 anak jalanan di Jakarta menerima Akta Kelahiran secara simbolik oleh Menteri Sosial RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Dr. Marjuki, M.Sc., pada kegiatan Pemenuhan Hak Sipil Anak (Akta Kelahiran) Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan Tahun 2017 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI (27 April 2017).

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Plan Internasional, Yayasan Pondok Kasih dan Dompet Dhuafa yang dihadiri oleh Kementerian/Lembaga seperti dari Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Negara RI, BAPPENAS, Dinsos Provinsi DKI, NGO dalam dan luar negeri, HIMBARA, Rumah Singgah, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan BKKBN.

“Penanganan Anak Jalanan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun kota,” ujar Marjuki. Selama ini penanganan masalah anak jalanan sudah diupayakan baik oleh pemerintah dan masyarakat melalui Rumah Singgah, Panti Asuhan dan Yayasan Perlindungan Anak, tandasnya.


(selengkapnya... | 2478 byte lagi | Nilai: 0)

 
Sinkronisasi dan Harmonisasi Permensos Ramah Lanjut Usia
 
 
Dipublikasikan oleh fathonah - Pada Rabu, 19 April 2017
 

Amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.Issue yang timbul saat ini adalah; Pertama, keterbatasan anggaran negara dalam pelaksanaan program ini, diperlukan dasar hukum bagi kita, untuk tetap dapat menjalankan program ini sampai terbitnya Peraturan Menteri; Kedua, koordinasi antar lembaga dalam rangka berjalannya program kawasan yang ramah lanjut usia; Ketiga, Situasi politik didaerah juga dapat mempengaruhi jalannya program ini, dalam rangka kepedulian pada para lanjut usia. Untuk perlu kita mempunyai dasar hukum untuk menjalankan program-program yang ada dibidang rehabilitasi sosial, agar dalam hal menjalankan amanat Undang-Undang. Ujar Marjuki.

Awal dari peraturan menteri Sosial ini selaian karena keinginan Menteri pada saat puncak HLUN 2017 yang dilaksanakan di Merangin Jambi tidak sekedar seremonial tetapi ada wujud yang bisa kita berikan dan direalisasikan yakni dengan membuat Permensos tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lansia juga karena adanya mandat terkait dengan kota ramah lainsia. Ungkap Kanya Eka Santi. Selengkapnya :www.kemsos.go.id/modules.php


(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
Pedoman Pelaksanaan HLUN Tahun 2017
 
 
Dipublikasikan oleh fathonah - Pada Rabu, 19 April 2017
 

OLEH :JERRY JUNIUS TULA,SST.

PANDUAN PELAKSANAAN HARI LANJUT USIA NASIONAL (HLUN) TAHUN 2017


A. LATAR BELAKANG

Lanjut usia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pencapaian kesejahteraan dan pembangunan bangsa. Lanjut Usia dengan kapasitasnya sebagai penduduk senior memiliki kebijakan, kearifan serta pengalaman berharga yang dapat dijadikan teladan bagi generasi penerus dalam menentukan arah kehidupan pembangunan nasional dimasa mendatang. Oleh sebab itu dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa Indonesia selalu menekankan dan mengutamakan pada ikatan kekeluargaan berlandaskan pada nilai-nilai luhur keagamaan dan budaya yang menghargai peran serta kedudukan lanjut usia dalam keluarga maupun masyarakat. Undang-Undang No.13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program atau kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia, karena lanjut usia memiliki pengalaman, keahlian dan kearifan untuk berperan serta dalam pembangunan nasional. Salah satu implementasi pembangunan kesejahteraan sosial berorientasi terhadap kesejahteraan lanjut usia adalah dengan menentapkan dan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional. Penetapan dan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia diperingati setiap tanggal 29 Mei. Penetapan tanggal tersebut adalah untuk mengingatkan nilai historis dan strategis karena pada tanggal 29 Mei 1945 dilaksanakan sidang I BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat anggota paling sepuh (tertua), yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis negara Indonesia. Pelaksanaan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diharapkan dapat dilaksanakan oleh semua masyarakat di Indonesia terutama ditingkat propinsi yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi daerah masing-masing sehingga memberikan manfaat bagi para lanjut usia, keluarga dan masyarakat.

Dalam rangka penyelenggaraan Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2017 agar dapat berlangsung dengan baik, lebih terpadu, terarah, selaras, lancar dan berhasil guna, maka disusun Panduan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2017, untuk kemudian digunakan sebagai pedoman dan panduan bagi instansi terkait, organisasi sosial maupun masyarakat dalam penyelenggaraan HLUN 2017.

B. LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor : 13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

2. Undang-Undang Nomor : 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

3. Peraturan Pemerintah Nomor : 43/2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.

4. Keputusan Menteri Sosial RI. Nomor : /HUK/2017 Tentang Panitia Nasional Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2017

Selengkapnya:www.kemsos.go.id/modules.php


(selengkapnya... | Nilai: 0)

Berita Sebelumnya

Rabu, April 19
· Rapat Kerja Teknis Pengangkatan Anak
Minggu, April 16
· Penyusunan Buku Saku Sakti Peksos Dan Supervisor Perlindungan Sosial Anak
Sabtu, April 01
· MENJADI PENDAMPING LANSIA ITU, TUGAS MULIA
Selasa, Januari 31
· Rakornas Penyelenggaraan Kesos
Jumat, Desember 09
· Konselor Adiksi Garda Depan Pendampingan IPWL
Selasa, Desember 06
· 2000 Penyandang Disabilitas Hadiri Puncak Acara HDI 2016 di Jember
Minggu, November 27
· Bebas Anjal Tahun 2017
Kamis, November 17
· Kualitas Konselor Adiksi Perlu Ditingkatkan
Rabu, November 16
·
Minggu, November 13
· PEMBINAAN LANJUT BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

Artikel Lama

Berita Sekitar Kita

Lihat Semua


Foto


Buku/Panduan/Pedoman

Webmail
Webmail Login

Intranet Dashboard
Intranet Dashboard

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright © Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2013
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.584578 Seconds