Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Profil

Rehsos Tuna Sosial
Sekilas Tentang Tuna Sosial



Permasalahan tuna sosial di Indonesia yang meliputi masalah gelandangan, pengemis, tuna susila, bekas narapidana dan pengidap HIV/AIDS terus menunjukan peningkatan sejalan dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 yang hingga saat ini belum teratasi dengan baik.


Meningkatnya julah kelurga miskin dan angka putus sekolahdiberbagai tingkat pendidikan, menurunnya kesempatan kerja dan maraknya berbagai konflik sosial dan politik yang muncul di berbagai konflik sosisla dan politik yang muncul diberbgai daerah. Keadaan ini diperparah, karena bertepatan dengan terjadinya masa transisi dari sistem pemerintahan yang bersifat sentralisasi ke desentralisasi dan era perdagangan bebas (AFTA), sebagaimana layaknya suatu masa transisi, maka masih terdapat banyak kekurangan - kekurangan yang membutuhkan waktu untuk perbaikannya. Keadaan ini membuat sebagian masyarakat limbung dan berusaha untuk survive dengan cara seadanya, seperti antara lain mengemis, mencuri, memalak, menodong, melacur, mengeksloitasi anak dan perempuan untuk tujuan seks dan lain - lain cara mencari nafkah yang melanggar hukum dan norma - norma sosial dan agama. Gejala-gejala ini utama marak di kota - kota besar yang mereka anggap lebih memungkinkan untuk cara-cara mencari nafkah semacam itu.

Masalah lain yang kecepatan penyebaran maupun penanggulangannya sangat berkaitan dengan kemis-kinan adalah HIV/AIDS. Dan status Indonesia dewasa ini telah berubah dari negara dengan kategori prevalensi HIV/AIDS rendah menjadi negara dengan kategori epidemi terkonsentrasi, seperti di Provinsi Riau, Papua, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat dan JawaTimur. Data Epidemologis menunjukkan bahwa penularan HIV di Indonesia semakin memprihatinkan. Kenaikan jumlah kasus baru dari mereka yang tertular HIV meningkat sangat tajam. Berdasarkan data Pusdatin Kesejahteraan Sosial tahun 2002, populasi Tuna Sosial kurang lebih 333.020 dengan rincian sebagai berikut : Gelandangan dan Pengemis 85.294 orang, Tuna Susila 129.478 orang dan Bekas Narapidana 115.307 orang, sedangkan berdasarkan laporan yang diterima oleh Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM dan PL) per Desember 2003, jumlah kasus HIV/AIDS adalah 4.901 kasus.









[ Kembali ]