Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Berita: Yayasan Peduli Anak
Dipublikasikan oleh tira - Pada Rabu, 12 Januari 2011

"Bebas Anak Jalanan 2011"


Our Vision is to give every child in the world the opportunity to live a happy and healty life free of proverty, exploitation and violence (Chaim Fetter & Bjon Dudok Van Heel)


(Dok. Yayasan Peduli Anak)


Anak Jalanan identik dengan anak yang diterlantarkan, kasus ini sangat banyak terjadi dikota – kota besar, kenyataan saat ini permasalahan anak jalanan bukan hanya berpusat dikota – kota besar didaerah Kabupatenpun tidak luput dari permasalahan anak jalanan, melihat dari kondisi ini sebuah lembaga masyarakat mencurahkan kepeduliannya untuk membantu anak - anak tersebut, , untuk itu perlu kerjasama dalam menyikapi persoalan anak, demi masa depan mereka.

Sejak dulu saya ingin memiliki keinginan untuk membangun sebuah yayasan yang dapat membantu anak untuk tumbuh kembang meraih masa depannya, apalagi melihat kondisi di NTB masih banyak yang hidup dari garis kemiskinan, tingkat pendidikan rendah, dan banyaknya penduduk NTB yang bekerja diluar negeri sebagai TKI. Dari keadaan tersebut anak menjadi tidak begitu diperhatikan, ungkap Fetter Founder YPA yang telah mengabdikan dirinya sejak lima tahun lalu dalam membina anak jalanan.


Bukti nyata masih banyaknya permasalahan anak jalanan yang seolah-olah tidak ada henti-hentinya. Penyiksaan yang mereka alami terkadang membuat kita sedih. Mereka harus berjuang ditengah-tengah kota yang kejam untuk mendapatkan sejumlah uang agar mereka bisa bertahan hidup dan tidak kelaparan. Jual rokok, membersihkan bus umum, atau juga penjaja koran, barangkali itu yang dapat mereka lakukan. Keuntungan yang mereka terima tidak seberapa, namun itu harus mereka lakukan agar mereka tetap hidup di kota metropolis ini. Anak jalanan ini biasanya mangkal diterminal atau dipersimpangan-persimpangan jalan.

"Kami mendirikan Yayasan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap permasalahan anak yang ada, dan kami juga turut membantu program pemerintah bebas anak jalanan tahun 2011",  tuturnya.


(Dok. Yayasan Peduli Anak)


"Yayasan Peduli Anak memiliki visi misi untuk membantu anak yang kurang mampu agar mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik, merubah masa depan anak dari segi pendidikan agar bisa lebih mandiri diusia dewasa nantinya kami telah menjalin kerjasama sejak setahun denga Kementerian Sosial di bidang Program Kesejahteraan Sosial Anak, kami sangat berterima kasih pemerintah telah memberikan kepedulian besar untuk perkembangan anak binaan kami", lanjutnya.

Yayasan Peduli anak didirikan pada tahun 2006 di Indonesia berpusat di Kab. Lombok Barat dan Belanda, Yayasan Peduli Anak adalah lembaga Swadaya Masyarakat yang memperjuangkan hak – hak anak jalanan, anak terlantar, dan anak yang kurang mampu. Peduli anak telah mengimplementasikan berbagai macam program dibidang pendididikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, dan asrama untuk anak. Dengan tiga asrama untuk mantan anak jalanan, SD dan SMP, sekolah keterampilan, dapur umum, area bermain, klinik, dan fasilitas pendukung lainnya, Peduli Anak merupakan pusat perkembangan anak terbesar di Lombok, NTB. Yayasan yang terletak di area seluas 1,5 hektar berkomitmen untuk lebih fokus memberikan pendidikan memadai bagi anak jalanan demi meraih masa depan.

Kami memilih Kab. Lombok Barat sebagai pusat rehabilitasi bagi anak karena belum adanya Yayasan atau panti yang menangani permasalahan anak jalanan di wilayah NTB, apalagi melihat kondisi wilayah NTB masih banyak anak hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran. Walaupun berada di Kabupaten tetapi aksesnya menuju kota Mataram cuma memerlukan waktu 15 menit, jadi menurut kami sangat cocok untuk pusat rehabilitasi bagi anak, ungkap Nurdiana

Kami menampung anak binaan bukan saja dari wilayah NTB tetapi diluar dari NTBpun tidak tertutup kemungkinan kami ambil , sebagian besar anak2 binaan ini anak yang berada di pulau Lombok, tetapi ada jg beberapa anak yang berasal dari diwilayah pulau Jawa, seperti contoh kasus anak dari Surabaya yang terlantar dipelabuhan Lembaran Lombok, kemudian ada masyarakat/ pekerja pelabuhan disekitar tempat tersebut tahu kalau anak ini terlantar, karena mereka sudah kenal keberadaan YPA, mereka langsung mengantarkannya, kata ibu dua anak ini.*** (Tira/C-9 hasil wawancara tgl 7 Januari 2011 dengan ketua YPA Nurdiana dan Founder YPA Fetter).




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Organisasi Hukum dan Humas
· Berita oleh tira


Berita terpopuler tentang Organisasi Hukum dan Humas:
Gelandangan dan Pengemis Isu Permasalahan Sosial


Nilai Berita
Rata-rata: 4.57
Pemilih: 7


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Organisasi Hukum dan Humas

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.786999 Seconds