Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Berita: Gelandangan dan Pengemis Isu Permasalahan Sosial
Dipublikasikan oleh tira - Pada Kamis, 05 April 2012

Permasalahan gelandangan dan pengemis saat ini masih tetap menjadi menjadi beban pembangunan nasional dewasa ini untuk itu peran pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan ini tentunya harus dilakukan secara bersama – sama, sehingga mampu mengurangi kesenjangan sosial yang ada, gelandangan dan pengemis merupakan kantong kemiskinan yang hidup diperkotaan hal ini disebabkan karena faktor ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin mendesak.

Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) membutuhkan waktu untuk penanganannya, karena kadang diwaktu tertentu populasi pengemis meningkat seperti yang terjadi dihari libur, hari raya keagamaan, maupun dipusat – pusat  rekreasi dan perbelanjaan, tentunya secara grafik digambarkan jumlah populasi pengemis naik turun. Penyebab kesenjangan yang besar adalah faktor ekonomi yang tidak merata sehingga jurang sosial antara si kaya dan si miskin tinggi terutama dikota – kota besar.


Gampangnya mencari uang di kota besar seperti Jakarta dan kota besar lainnya telah menjadi daya tarik tersendiri buat pendatang dari luar daerah tanpa memembawa bekal skil dan pendidikan yang memadai untuk mengadu nasib. Ketiadaan skil yang dimiliki serta tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sifat kemalasan membuat orang memilih untuk menjadi pengemis.

Populasi Gelandangan, Pengemis dan Pemulung secara nasional terlihat naik turun menurut  Pusat data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial lima tahun terakhir tahun 2007 berjumlah 61.090 dan pada tahun 2011 berjumlah 194.908 ada kenaikan 17% penyebab banyaknya gelandangan dan pengemis di kota besar, bukan melulu korban dari tidak adanya lapangan pekerjaan, tetapi juga dari faktor tidak adanya keinginan untuk berusaha dan ketidak memilikinya keterampilan, dan pada kenyataannya banyak kita lihat gelandangan yang justru masih mampu untuk berusaha. berusaha dalam arti apa saja yang penting bisa makan.

Kementerian Sosial terus melakukan upaya dalam mengurangi meningkatnya populasi gepeng Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Gepeng dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan bersama-sama dengan pihak terkait secara lintas fungsi maupun lintas sektoral sesuai peraturan perundang-undangan. Pengawasan terhadap penanganan masalah gelandangan, Pengemis, dilakukan terhadap aktivitas  yang dilaksanakan secara terprogram, terpadu, dan berkesinambungan.

Salah satu langkah penanggulangan yang dilakukan Pemerintah Pusat dengan memberikan pelatihan  keterampilan sesuai bidang yang diinginkan seperti menjahit, otomatif, pertukangan, tata boga, selama satu semester , salah satu UPT milik Kementerian Sosial yang menangani hal ini adalah Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur, Bekasi ***(Tira/C-9) Dok. Dit. RTS




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Organisasi Hukum dan Humas
· Berita oleh tira


Berita terpopuler tentang Organisasi Hukum dan Humas:
Gelandangan dan Pengemis Isu Permasalahan Sosial


Nilai Berita
Rata-rata: 3.77
Pemilih: 9


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Organisasi Hukum dan Humas

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.401572 Seconds