Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

POS REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS DAN UNIT INFORMASI LAYANAN SOSIAL
Dipublikasikan oleh Tamu - Pada Kamis, 11 Agustus 2016

JERRY JUNIUS TULA,SST

Pos Rehabilitasi Sosial (Pos Rehsos) Penyandang Disabilitas di Masyarakat dan Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) merupakan satu bentuk layanan yang dikembangkan mengacu pada UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas pada pasal 26 dan dan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pasal 110,111,112 tentang habilitasi dan rehabilitasi.

“Keberadaan Pos Rehsos dan UILS merupakan implementasi perubahan paradigma pelayanan berbasis pemenuhan hak,” jelas Kasubdit RSPD Mental, Dra. Neneng Ratnaningsih pada kegiatan Bimbingan Teknis Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Sosial di Hotel Fave Jakarta (9/8/2016). Pos Rehsos dan UILS merupakan wadah layanan bagi penyandang disabilitas dengan pemberdayaan potensi dan sumber yang ada di dalam masyarakat, ujar Neneng. Neneng mengatakan, Pos Rehsos yang ada sekarang ini ada 5 lokasi yaitu di Bantul, Malang, Sukoharjo, Bandung Selatan dan Banten.


Kegiatan Pos Rehsos dan UILS bermaksud mendekatkan layanan rehabilitasi sosial dengan keberadaan atau lokasi tempat tinggal penyandang disabilitas, jelas Neneng.

Pada kesempatan itu pula Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Nahar,SH.,M.Si., mengatakan bahwa tahun 2017 kita memiliki kegiatan yang sifatnya akan menjadi kegiatan massal se- Indonesia, dan imbasnya mengarah kepada UILS dan Pos Rehsos. Hal ini terkait launching STOP PEMASUNGAN oleh Menteri Sosial sambil menunggu MOU dengan 4 (empat) Kementerian/Lembaga : Kemenkes,Kemendagri,Mabes POLRI dan BPJS, ujar Nahar.

Nahar juga mengatakan, Kementerian Sosial hanya memiliki tiga Panti Sosial Bina Laras yang belum mampu menampung eks psikotik/gangguan jiwa oleh karena itu memerlukan dukungan dari Pos Rehsos dan UILS dalam penanganan eks psikotik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 (empat) hari mulai dari tanggal 9 s/d 12 Agustus 2016 dengan peserta berjumlah 65 orang Petugas Pelaksana Pos Rehsos dan UILS dari Dinsos Provinsi,Kabupaten/Kota dari wilayah Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta, Banten, DKI Jakarta dan UPT Kemensos RI.

Didalam kegiatan ini, disamping menerima materi dan diskusi, para peserta memaparkan kegiatan Pos Rehsos dan UILS yang telah dilaksanakan dan membuat Rencana Tindak Lanjut kegiatan di wilayahnya masing-masing.

Peserta juga mendapatkan penjelasan tentang Kewenangan Penyelenggaraan Rehabilitasi Sosial berdasarkan UU No.23 Tahun 2014 Pemerintahan daerah dan Mandat Rehabilitasi Sosial dari 7 (tujuh) Undang-Undang oleh Sekertaris Ditjen Rehsos, Dr.Kanya Eka Santi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas Pos Rehsos dan UILS dalam bidang Rehabilitasi Sosial bagi Penyandang Disabilitas sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan bagi di Pos Rehsos dan UILS, ujar Neneng.

Melalui Pos Rehsos dan UILS, kita mulai mengenali dan melakukan deteksi dini terhadap persoalan penyandang disabilitas, jelas Nahar. (Penata Dokumentasi Setditjen Rehsos).




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang
· Berita oleh fathonah


Berita terpopuler tentang :
Pengertian Mendem Jero Mikul Duwur.


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.387070 Seconds