Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Berita: Kualitas Konselor Adiksi Perlu Ditingkatkan
Dipublikasikan oleh tira - Pada Kamis, 17 November 2016

Oleh : Jerry Junius Tula


Sebagai Upaya merespon program "Indonesia Darurat Narkoba", Kementerian Sosial telah merekrut 1.200 sumber daya manusia pelaksana rehabilitasi sosial yang terdiri dari Pekerja Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial, dan Konselor Adiksi. Mereka semua telah ditempatkan di IPWL-IPWL di bawah naungan Kementerian Sosial yang ada di Indonesia,ujar Prayitno,AKS, Kasubdit Kelembagaan dan Sumber Daya Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyalahgunaan NAPZA pada pembukaan kegiatan  Bimbingan Teknis Pelaksanaan Tugas Konselor Adiksi di IPWL TAHAP I di Cikarang (16/11/2016).


"Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) harus memenuhi persyaratan ketenagaan yang memiliki keahlian dan kewenangan di bidang ketergantungan narkotika.Mereka harus  meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi sosial bagi Penyalahgunaan NSPZA,terutama para Konselor Adiksi,demikian disampaikan Dirjen Rehsos,Dr.Marjuki,M.Sc., pada kegiatan tersebut yang dihadiri oleh 300 orang  Konselor Adiksi di 121 IPWL yang ada di  28 provinsi se -Indonesia.

Marjuki mengatakan bahwa Rehabilitasi Sosial Korban penyalahgunaan Napza tidak hanya berbasis Institusi tetapi juga di luar Institusi baik keluarga,kelompok dan masyarakat seperti berbasis agama,berbasis edukasi,berbasis kesenian,berbasis tenaga dalam bahkan ada yang menggunakan Lumba-Lumba dalam melakukan Rehabilitasi melalui suara Lumba-Lumba.
"Sebagai pionir - pionir Konselor Adiksi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sosial bagi korban penyalahgunaan Napza," himbau Marjuki.

Pada kesempatan itu juga Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA,Waskito Budi Kusumo,M.Si.,menjelaskan metode-metode pendekatan pekerjaan sosial dalam penanganan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan Napza seperti pendekatan individu,kelompok,dan masyarakat. "Bimtek kali ini diharapkan para konselor adiksi dapat melaksanakan peran sesuai tugas dan fungsinya,berpegang teguh pada kode etik dan prinsip - prinsip konselor," ujar Prayitno.***(Penata Dok. Ditjen Rehsos)




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Organisasi Hukum dan Humas
· Berita oleh tira


Berita terpopuler tentang Organisasi Hukum dan Humas:
Gelandangan dan Pengemis Isu Permasalahan Sosial


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Organisasi Hukum dan Humas

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.090846 Seconds