Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Konselor Adiksi Garda Depan Pendampingan IPWL
Dipublikasikan oleh tira - Pada Jumat, 09 Desember 2016

Oleh : Jerry Junius Tula*)


 "Tantangan para konselor adiksi di masa datang akan lebih berat," ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Dr.Marjuki, pada kegiatan Bimtek Pelaksanaan Tugas Konselor Adiksi di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Hotel Aston Bekasi (7/12/2016). Tahun 2017 Kementerian Sosial akan membuat MoU dengan Lembaga Pemasyarakatan,sehingga dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial akan diperlukan konselor adiksi yang handal dalam bidang rehabilitasi sosial koreksional,tandasnya. Keterampilan konseling dan asesmen,penjangkauan, dan pendampingan menjadi yang harus dikuasai para konselor dalam rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza,jelas Marzuki. "


 "Meningkatnya pengetahuan,wawasan,dan keterampilan konselor adiksi dalam rehabilitasi sosial Penyalahgunaan Napza adalah salah satu tujuan dari pada kegiatan bimtek ini," ujar Direktur RS Penyalahgunaan Napza, Drs.Waskito Budi Kusumo,M. Si., pada pembukaan kegi atan tersebut. Budi juga mengatakan kalau kegiatan bimtek konselor tahap II ini berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai tanggal 7 s/d 10 Desember 2016 diikuti oleh 325 orang yang berasal dari 123 IPWL di 28 provinsi yang ada di Indonesia.

Prayitno,AKS (Kasubdit Kelembagaan dan Sumber Daya) mengatakan bahwa pada tahun 2017 nanti jumlah konselor adiksi akan menjadi 1.200 orang yang sebelumnya berjumlah 1.300 orang, itu berarti akan ada pengurangan 100 orang yang mekanismenya melalui laporan dan kinerja para konselor yang kurang baik dalam melaksanakan tugasnya selama di IPWL.

Diharapkan pada kegiatan Bimtek ini,para konselor mampu meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA dan secara khusus di bidang NAPZA dituntut lebih dalam hal pengetahuan dan keterampilan dan pemecahan masalah klien dengan keluarga  dan masyarakat, ujar Sri Harijati, Kasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Sumber Daya.***(Penata Dok. Setditjen Rehsos)




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Organisasi Hukum dan Humas
· Berita oleh tira


Berita terpopuler tentang Organisasi Hukum dan Humas:
Gelandangan dan Pengemis Isu Permasalahan Sosial


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Organisasi Hukum dan Humas

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.396386 Seconds