Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

PROFILE PSBK PANGUDI LUHUR BEKASI.
Dipublikasikan oleh Tamu - Pada Selasa, 08 Desember 2009

JL. H. MOELJADI DJOJOMARTONO NO. 19
TELP/FAX : 021-8801888 Kode Pos 17113
psbkpangudiluhur@depsos.go.id
BEKASI – JAWA BARAT

STANDAR MINIMAL PELAYANAN
DAN REHABILITASI SOSIAL GELANDANGAN DAN PENGEMIS

Panti Sosial Bina Karya “Pangudi Luhur” Bekasi.

Panti Sosial Bina Karya mempunyai tugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat preverentif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut bagi para gelandangan, pengemis, dan orang terlantar agar mampu mandiri berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan dan rujukan. (Kepmensos. No. 59/Huk/2003).


I. Tugas Pokok dan Fungsi

Memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat preverentif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut bagi para gelandangan dan pengemis agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standard pelayanan dan rujukan.

a. Visi Mengembalikan fungsi sosial gelandangan dan pengemis dan orang terlantar secara profesional agar mampu berperan aktif, bermartabat yang memiliki kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Misi
1. Memberikan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Terhadap Gelandangan dan Pengemis beserta Keluarganya.
2. Memberikan pencegahan agar orang tidak menggelandang dan mengemis
3. Menyelenggarakan pengkajian model pelayanan Rehabilitasi Sosial dan sebagai fungsi Laboratorium penanganan Gelandangan dan Pengemis beserta keluarganya.
4. Memfasilitasi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan Pelayanan Rehabilitasi Sosial.
5. Mengembangkan sistem rujukan sebagai jaringan kerja dengan instansi terkait.


II. Pengertian Gelandangan dan Pengemis
Proses pelayanan dan rehabilitasi sosial yang terorganisasi dan terencana, meliputi fisik, bimbingan mental sosial.

a. Gelandangan
Gelandangan adalah seseorang yang hidup dalam keadaan tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan tetap serta mengembara di tempat umum sehingga hidup

tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat.
b. Pengemis
Pengemis adalah seseorang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di tempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mendapatkan belas kasihan dari orang lain.
c. Gelandangan dan Pengemis
Adalah seseorang yang hidup menggelandang dan sekaligus mengemis.

III. Sejarah Berdirinya

1. Tanggal 04 Oktober 1961 dengan nama “Komando Penampungan Pendidikan dan Penyaluran Tuna Karya” seluruh Jawa di Bekasi (KOP.3.T.K)
2. SK Mensos RI. No. 41/HUK/KEP/XI/79 tanggal 01 November 1979 perubahan nama menjadi Panti Rehabilitasi Gelandangan Pengemis dan Orang Terlantar (PRPGOT) H. Moeljadi Djojomartono Bekasi dibawah naungan Kantor Wilayah Departemen Sosial Propinsi Jawa Barat.
3. SK Mensos RI. No. 14/HUK/KEP/1994 tentang Penamaan UPT Pusat/Panti/Sasana beruba nama menjadi PSBK “Pangudi Luhur” Bekasi.

IV. Landasan Hukum

1. UU No. 11 Th. 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
2. PP. No. 31 Th. 1980 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.
3. Keppres RI No. 40 Th 1993 tentang Koordinasi Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.
4. UU No. 23 Th. 2002 tentang Perlindungan Anak.
5. Kepmensos RI. No. 30/HUK/1996 tentang -
Rehabilitasi Gelandangan dan Pengemis di dalam Panti Sosial.
6. Kep. Mensos RI No. 59/HUK/2003 tentang -
Organisasi dan Tata Kerja Penti di Lingkungan Departemen Sosial RI.
7. Pelayanan Penanganan dam Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis Sistem Panti.


V. Sasaran dan Target Pelayanan
a. Sasaran Pelayanan
1) Gelandangan.
2) Pengemis.
3) Anak dari orang tua gelandangan dan pengemis.
4) Pemulung.
5) Lingkungan Sosial tempat penyaluran Gelandangan dan Pengemis.
b. Target Pelayanan
Dalam 1 (satu) tahun anggaran memberikan layanan sosial sebanyak 600 orang Tuna sosial beserta keluarganya.

VI. Persyaratan

1) Sehat jasmani dan sehat rohani (tidak mengidap penyakit menular/kronis, tidak terganggu jiwanya).
2) Tidak sedang berurusan dengan penegak hukum.
3) Tidak dalam keadaan hamil.
4) Sudah berkeluarga atau masih bujangan
5) Bersedia mengikuti program pelayanan Panti.
6) Usia Produktif (secara fisik mampu bekerja keras.


VII. Proses Rehabilitasi Sosial
Tahapan-tahapan dalam proses rehabilitasi sosial adalah sebagai berikut :
1. Pendekatan awal
a. Informasi dan sosialisasi program
b. Identifikasi masalah
c. Konsultasi dan motivasi
d. Seleksi penerimaan
2. Pemanggilan
a. Penjemputan ke lokasi
b. Registrasi
c. Pengasramaan
3. Orientasi Pengenalan Panti
a. Pengenalan singkat tentang program rehabilitasi sosial.
b. Pengenalan terhadap lingkungan panti.
c. Pembekalan instansi terkait (Kantibmas, Dinas Sosial, Depnaker dll).
4. Rencana Intervensi
Dilaksanakan dalam bentuk Face Conference dari petugas intern maupun melibatkan instansi / profesi lain.
5. Bimbingan fisik, mental, spiritual, sosial, bimbingan pengetahuan dasar dan TPA serta keterampilan.
a. Bimbingan fisik
- Pelayanan menu makan
- Pelayanan Dokter / Perawat
- Bimbingan hidup bersih dan asri
- SKJ, Olahraga umum dan pernafasan
b. Bimbingan mental spiritual
- Pembekalan agama dan pengemalan
- Bimbingan kecerdasan
- Bimbingan Kamtibmas
c. Bimbingan Sosial
- Bimbingan sosial perseorangan atau konseling.
- Bimbingan kelompok (diskusi kelompok, dinamika kelompok, terapi kelompok dsb).
- Bimbingan sosial kemasyarakatan (Praktek Belajar Kerja, Bakti sosial).
- Out Bond dan Widya wisata.
- Penyuluhan HIV AIDS, kesehatan Reproduksi.
d. Bimbingan Pengetahuan Dasar
- Pemberantasan buta aksara
- Pemberantasan buta angka
e. Bimbingan Taman Penitipan Anak
- Pelayanan kepengasuhan
- Pelayanan tambahan gizi anak
- Dunia permainan
- Pengenalan bentuk warna dan benda
f. Bimbingan Keterampilan
- Bimbingan Service Motor
- Bimbingan Service Mobil
- Bimbingan Elektro
- Bimbingan Pertanian
- Bimbingan Pertukangan Kayu
- Bimbingan Pembuatan Tahun dan Tempe
- Bimbingan Menjahit
- Bimbingan Sablon
- Bimbingan Mengelas
- Bimbingan Olahan Pangan
- Bimbingan Salon / Tata Rias
- Bimbingan Budidaya Perikanan
- Bimbingan Budidaya Tanaman Hias
- Bimbingan Pembuatan Batu Bata


VIII. Sarana dan Prasarana
1. Sarana
a) Luas tanah : 51.616 M2
b) K a n t o r : 1 unit, luas 553 M2
c) R. Ketrampilan : 2 unit, 260 M2+ 120 M2 = 380 M2
d) R. Kelas : 1 unit, 309 M2
e) Gd.Pertemuan : 2 unit, 240 M2+ 309 M2 = 549 M2
f) Bengkel : 1 unit, 429 M2
g) Gudang : 1 unit, 96 M2
h) Poliklinik : 1 unit, 70 M2
i) Pondok Asrama : 34 unit
j) M C K : 6 unit
k) T P A : 1 unit
l) Wisma Tamu : 1 unit, 72 M2
m) Rumah Dinas : 34 unit
n) Musholla : 1 unit
o) Lahan Pertanian : 3000 M2

2. Prasarana
a) Peralatan Kantor
b) Peralatan Praktek Ketrampilan
c) Peralatan Kesenian
d) Mobilitas :
1) Roda 6 : 3 unit
2) Roda 4 : 3 unit
3) Roda 2 : 6 unit
e) Telephone / Fax
f) Aiphone
g) Penerangan listrik
h) Air jet Pump





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang UPT
· Berita oleh admin


Berita terpopuler tentang UPT:
Home Care Bagi Penyandang Cacat Mental


Nilai Berita
Rata-rata: 4
Pemilih: 5


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Tidak ada komentar pada berita ini.
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.686748 Seconds