Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

Berita: Penanganan Bersama 4 (empat) anak terlantar di Depok
Dipublikasikan oleh tira - Pada Selasa, 29 Desember 2009

Lagi, Permasalahan Anak Terlantar
" tanggung Jawab kita Semua "

Menyikapi pemberitaan diberbagai media massa akhir-akhir ini mengenai kasus penelantaran 4 (empat) anak di Depok, Departemen Sosial melalui Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial menyampaikan rencana tindakj lanjut dalam penganan kasus tersebut (Manajemen Kasus) agar anak mendapat perhatian penuh terhadap orang tuanya.


Banyak Anak yang diterlantarkan oleh orang tua disebabkan oleh berbagai alasan terutama kemiskinan dan kurangnya tanggung jawab orang tua terhadap pola pengasuhan dan perawatan anak, kecenderungan orang tua melepaskan tanggung jawab pengasuhan atas anak mereka ketika beban ekonomi menghimpit.

Seperti yang terjadi di Depok Jawa Barat beberapa waktu yang lalu, kasus penelantaran anak yang dilakukan oleh pasangan suami istri Warsinem dan Dadan berawal dari kejaran PJTKI karena membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp4 juta. Dan akhirnya keduanya tega meninggalkan Windy (8), Rizky(4), Lina (3),dan Siti (5 bulan) di rumah kontrakannya, di Jalan Raya Bogor Km 37,7 Rt 1 Rw 03 Kelurahan Sukamaju, Sukmajaya.

Departemen Sosial terus berupaya untuk memberikan wadah berupa pembinaan dan pelayanan kepada anak terlantar berupa pengasuhan didalam panti, namun itu tidak secara keseluruhan karena harus melalui proses,  walaupun pemerintah  sudah memiliki strategi dan menerapkan berbagai kebijakan untuk memberikan perlindungan dan mengatasi berbagai permasalahan sosial pada anak, namun semuanya belum mampu menurunkan besaran masalah itu secara bermakna.

Saat ini 4 (empat) anak yang diterlantarkan oleh kedua orang tuanya sampai saat ini masih berda di Panti Asuhan Fathul Khair di Kelurahan Hajamukti Kecamatan Cimanggis Depok, dimana sarana dan prasarana panti tersebut sudah dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan TPA, SD, SMP, SMU dan PAUD.

Untuk itu Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial telah menyiapkan langkah-langka dalam penganan kasus tersebut, tahap tindak lanjut ini akan dibahas di Puncak Raya Hotel yang akan berlangsung selama 4 (empat) hari, 28 – 31 Desember 2009, dengan melibatkan berbagai komponen LSM pemerhati anak, Dinas Sosial se-Jawa Barat untuk membahas manajemen kasus tersebut.

Jumlah anak terlantar di Indonesia menurut data Pusdatin Kesos tahun 2008 mencapai 2.250.152 Jiwa, Jika tidak segera diatasi maka angka ini akan terus bertambah dan beban negara juga akan semakin meningkat apabila tidak ada kesadaran bersama dari semua pihak.

Permasalahan anak di Indonesia semakin beragam, alasan utama yang paling menonjol adalah masalah faktor ekonomi yang menjadi pengaruh dalam berbagai kasus, untuk itu pelayanan sosial anak terlantar merupakan kewajiban dan tanggung jawab negara sesuai dengan amanah UUD 1945 Pasal 34 “ Fakir Miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara “ amanah ini mencerminkan bahwa tanggung jawab negara ini termasuk didalamnya orang tua/keluarga dan masyarakat.

Dalam lingkungan paling kecil keluarga merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam meberikan perlindunga, pengasuhan dan perawatan, karena anak juga memiliki hak yang sama dalam memperthankan identitas, bebas mengeluarkan pendapat, berfikir serta mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman, konflik, kekerasan, serta diskriminasi.

Dalam konteks  yang  dimaksud dengan Anak Telantar, adalah anak berusia 5-18 tahun yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya (karena beberapa kemungkinan seperti miskin atau tidak mampu, salah seorang dari orangtuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengasuh/pengampu) sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani dan sosial.

Anak dipandang memiliki arti penting dan strategis sebagai penerus bangsa sehingga masalah keterlantaran pada anak otomatis merupakan tanggungjawab kita semua karena dampaknya akan berpengaruh terhadap kehidupan bangsa secara keseluruhan. (Tira/C-9)




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Anak
· Berita oleh tira


Berita terpopuler tentang Anak:
Penanganan Bersama 4 (empat) anak terlantar di Depok


Nilai Berita
Rata-rata: 4
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak



Re: Penanganan Bersama 4 (empat) anak terlantar di Depok (Nilai: 0)
Oleh Tamu Pada Selasa, 29 Desember 2009
Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang


KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.517241 Seconds