Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial
Profil
· Sekretariat
· Kessos Anak
· Yansos Lanjut Usia
· Rehsos ODK
· Rehsos Tuna Sosial
· Rehsos KP Napza

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Database
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Rekomendasikan
· Top 10
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Kode Security: Kode Security
Masukan Kode Security

Daftar
Lupa Password.

DIBALIK KEHIDUPAN PEMULUNG
Dipublikasikan oleh admin - Pada Rabu, 13 Januari 2010

    Aspek terpenting bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rendah atau miskin yaitu mencari nafkah dengan cara yang simple dan tidak memerlukan keterampilan yang dapat membuatnya terbebani. Hal ini dirasakan mereka sangat efektif walaupun tanpa mereka sadari bahwa kebutuhan hidup yang mereka jalani tidak terealisasikan secara maksimal.


    Permasalahan ini dialami oleh sebagian warga masyarakat di Indonesia khususnya Pemulung, hal ini merupakan fenomena sosial yang tidak bisa dihindari keberadaannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah perkotaan (kota-kota besar). Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan masalah tersebut adalah kemiskinan, dimana kemiskinan ini berdampak negatif, dengan situasi seperti ini maka dapat diprediksi Pemulung akan mengalami peningkatan populasi pada masa mendatang.

    Peningkatan populasi Pemulung tampak terlihat dari pemandangan di Daerah Perkotaan, maupun dari aspek kesejahteraan sosial. Sangat terlihat bahwa kondisi kehidupan sehari-hari Pemulung sangat memprihatinkan. Kehidupan mereka di perkotaan cenderung kumuh, mereka tinggal di tempat yang sangat tidak layak untuk di huni seperti: di kolong jembatan, pinggir kali, lokasi pembuangan sampah atau bahkan ada yang tidur di gerobak sampah bersama anak dan istrinya. Mereka memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan keterampilan yang kurang memadai serta minimnya pengalaman kerja.

 

Jika kita lihat dari segi kesehatan, pekerjaan ini memiliki resiko yang sangat tinggi untuk tertularnya penyakit. Dengan lingkungan yang tidak kondusif dan kotor, kemungkinan besar mereka bisa terjangkit berbagai macam penyakit misalkan saja : batuk pilek, gata-gatal, diare dan lain-lain. Selain itu dipengaruhi juga dengan gizi yang kurang serta akses pelayanan kesehatan yang sangat minim. Belum lagi cemooh yang didapatkan pemulung dari warga karena kehadirannya yang sering menimbulkan keresahan dan ketidaktenteraman masyarakat, namun hal ini tidak terlepas dari sebagian Pemulung yang sering melakukan tindakan kurang terpuji..

    Walaupun demikian, mereka adalah warga Negara seperti yang di amanatkan pada pasal 34 yang patut mendapat perhatian dan perlindungan dari Pemerintah sebagaimana warga masyarakat lainnya. Sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan secara efektif. Dalam hal ini Departemen Sosial RI terutama di Unit Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial sebagai salah satu Institusi yang bertanggung jawab dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial dan dibantu oleh instansi-instansi terkait dalam pelaksanaan masalah kesejahteraan Pemulung.

    Oleh karena itu Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial memberikan dukungan kepada instansi-instansi terkait dalam memberikan keterampilan kepada Pemulung sehingga dapat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kemampuannya, untuk menikmati hidup, merealisasikan kehidupannya secara layak.




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Tuna Sosial
· Berita oleh admin


Berita terpopuler tentang Tuna Sosial:
GAMBARAN UPAYA PENANGANAN PENGEMIS DI BEBERAPA WILAYAH DI INDONESIA


Nilai Berita
Rata-rata: 4
Pemilih: 4


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Tuna Sosial


Re: DIBALIK KEHIDUPAN PEMULUNG (Nilai: 1)
Oleh mugiono Pada Sabtu, 07 April 2012
(Info Anggota | Kirim Pesan)
mantapp ini harus segera ditindak lanjuti...


KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
Copyright Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial 2011
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 1.107138 Seconds