MENUJU INDONESIA BEBAS ANAK JALANAN TAHUN 2017
Tanggal: Rabu, 31 Agustus 2016
Topik: Organisasi Hukum dan Humas


Oleh : Jerry Junius Tula*)


Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan (MIBAJ) 2017 merupakan gerakan nasional yang dicanangkan oleh Menteri Sosial RI  pada tanggal 27 Januari 2016 yang lalu bersamaan dengan dicanangkannya Indonesia Bebas Prostitusi, dan Gerakan Stop Pemasungan 2017. MIBAJ 2017 juga merupakan kelanjutan Program Jakarta Bebas Anak Jalanan dan Indonesia Bebas Anak Jalanan pada tahun 2011-2014.

Program ini perlu dilakukan secara terus menerus agar anak tidak lagi melakukan aktifitas ekonomi dan atau hidup di jalan, namun harus kembali ke komunitas,kembali bersama orang tua dan keluarga dan kembali ke sekolah,serta keluarganya mendapatkan dukungan sosial dan ekonomi supaya lebih berdaya,jelas Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Marjuki, pada  pembukaan kegiatan Sosialisasi Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017 Program Kesejahteraan Sosial Anak Terlantar di Hotel Pajajaran Suites (30/8/2017).


Berdasarkan data dari Pusdatin Kesejahteraan Sosial Kemensos RI jumlah anak jalanan di seluruh Indonesia adalah tahun 2006 : 232.894 anak, tahun 2010 : 159.230 anak, tahun 2011 : 67.607 anak, dan tahun 2015 : 33.400 anak.
Penurunan angka-angka populasi anak jalanan tersebut tentu tidak terlepas dari kontribusi program penanganan anak jalanan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat selama ini, ujar Marjuki.

Strategi yang digunakan untuk mencapai Indonesia Bebas Anak Jalanan pada tahun 2017 terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yang meliputi uapaya-upaya pencegahan dan penanganan.

Marjuki mengatakan,salah satu strategi penanganan dari pelaksanaan Program MIBAJ 2017 adalah pemberian Bantuan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) 2016, baik melalui anggaran pusat maupun dekonsentrasi.

Melalui pemberian TEPAK ini, selain terpenuhinya kebutuhan dasar dan hak dasar anak, juga meningkatnya kapasitas anak dan keluarga agar memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan anak dan memberikan pengasuhan yang baik, jelas Marjuki.

Marjuki juga mengajak kepada seluruh Dinas Sosial Provinsi dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang ada untuk dapat terus meningkatkan perannya tgidak  hanya peran mengasuh untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan pengasuhan alternatif dalam lembaga, tetapi terutama dan paling utama melakukan penjangkauan kepada keluarga-keluarga agar para orang tua mempu mengasuh anak-anaknya dengan lebih baik lagi.

Pada kesempatan itu pula, Sekretaris Ditjen Rehsos, Kanya Eka Santi mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 80 orang peserta dari Dinas Sosial Provinsi seluruh Indonesia, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Unit-unit terkait di lingkungan Kemensos RI yang berlangsung selama 4 (empat) hari mulai dari tanggal 30 Agustus s/d 2 September 2016 dengan tujuan terealisasinya Program Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017 dan Bantuan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) 2016 secara professional dan akuntabel.***(Penata Dokumentasi Setditjen Rehsos)




Artikel dari Ditjen Rehsos || Kemensos RI
http://rehsos.kemsos.go.id

URL:
http://rehsos.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=1972